Berbicara sendiri bisa tingkatkan kekuatan otak

Posted by ALFIAN REIKA M On Rabu, 19 September 2012 0 komentar
Berbicara sendiri tidak selalu jadi tanda bahwa Anda gila. Faktanya, berbicara pada diri sendiri bisa berguna bagi kekuatan pikiran dan persepsi.
Orang-orang biasanya berbicara pada diri mereka sendiri. Banyak yang melakukannya beberapa hari sekali dan tak sedikit yang melakukannya pada setiap jam. Walaupun bergumam sendiri tampak tidak rasional, namun penelitian di masa lalu membuktikan bahwa pembicaraan pada diri sendiri bisa membantu dalam membimbing perilaku anak. Dengan bergumam sendiri, anak-anak selalu bisa mengingatkan diri mereka untuk fokus pada pekerjaan yang mereka lakukan, seperti ketika mengikat tali sepatu.
Untuk melihat apakah berbicara pada diri sendiri juga dapat membantu orang dewasa, peneliti melakukan sebuah eksperimen dengan relawan yang sedang mencari benda-benda tertentu. Ini terinspirasi oleh pengalaman beberapa peneliti sendiri.
"Aku seringkali bergumam ketika sedang mencari sesuatu di lemari es atau rak swalayan," kata peneliti Gary Lupyan, seorang psikolog di University of Wisconsin, Madison.
Pada satu penelitian, relawan ditunjukkan 20 gambar dari objek yang berbeda dan diminta untuk mencari satu benda yang spesifik, seperti pisang. Pada beberapa kesempatan, relawan diminta untuk mengulang-ulang benda yang mereka cari dan mengatakannya pada diri mereka sendiri, sementara pada kesempatan lain, mereka diminta untuk diam. Peneliti menemukan bahwa dengan berbicara pada diri mereka sendiri, orang dapat menemukan obyek yang mereka cari lebih cepat hingga 50 - 100 milidetik, sementara rata-rata relawan dapat menemukan benda pada waktu 1,2 hingga 2 detik.

"Kesimpulannya adalah bahwa bahasa tak hanya digunakan sebagai sistem komunikasi, tetapi juga dapat meningkatkan persepsi dan meningkatkan daya pikir," kata Lupyan pada LiveScience, seperti dikutip oleh MSNBC.
Dalam penelitian lainnya, relawan diminta berbelanja secara virtual dengan melihat foto benda-benda yang ada di rak swalayan. Kemudian mereka diminta untuk menemukan barang tertentu. Hasilnya lebih rumit. Relawan lebih cepat menemukan barang ketika menggunakan bahasa yang biasa dipakai sehari-hari.
Misalkan mengatakan "Soda" akan memudahkan mereka untuk mencari minuman bersoda. Sedangkan kata-kata yang jarang dipakai, misalkan menggunakan kata 'batangan' ketika harus mencari sabun batangan akan membuat mereka lebih lama menemukan barang yang dicari.
"Berbicara pada diri sendiri juga tidak selalu berguna, jika Anda tidak tahu bentuk fisik barang yang Anda bicarakan," kata Lupyan. "Jika Anda tahu bentuk pisang, maka ketika Anda mengatakan 'pisang', Anda akan mengaktifkan saraf visual di otak untuk membantu Anda menemukannya."
Lupyan berencana melakukan penelitian selanjutnya untuk melakukan scan pada otak, untuk melihat bagian-bagian apa saja yang berpengaruh.

Kalau di fikir masuk akal juga yah masbro… 

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar