Tidak ada agama yang paling benar

Posted by ALFIAN REIKA M On Sabtu, 22 September 2012 0 komentar
Berita Politik Humaniora Ekonomi Hiburan Olahraga Lifestyle Wisata Kesehatan Tekno Media Muda Green Lipsus Fiksiana Freez
Home
Lifestyle
Catatan
Artikel
Catatan
Yusack Kathi
Jadikan Teman | Kirim Pesan

Agama, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Di Indonesia  ada 5 agama yang diakui negara yaitu, Protestan,  Islam, katholik, Hindu, Budha. diluar dari 5 agama ini tidak di akui. tapi beberapa agama tetap saja terdapat pembedaan paham, seperti contoh 2 agama yang jumlahnya dominan di Indonesia seperti  agama Islam, ada yang menganut Muhamadyah ada juga Nahdlatul ulama, lalu dalam kristen ada Protestan dan katholik.

Ini menjadi bukti bahwa tiap-tiap orang memiliki tingkat keyakinan dan paham yang berbeda-deda dalam memilih suatu kepercayaan. Pergolakan dalam hidup tiap orang,  seperti pengalaman-pengalaman pribadinya baik secara suka dan duka menjadi penentu bagi orang tersebut untuk memilih kepercayaan yang bagaimana yang dianggapnya sesuai dan paling benar baginya. Saya mengajak kita khususnya anda mengambil waktu sejenak untuk merefleksi pengalaman-pengalaman kita, apa yang kira-kira membuat kita memutuskan untuk memeluk suatu agama/ kepercayaan ?

dan saya ingin tahu seberapa  banyak ditemukan alasan kita memeluk suatu agama karena sejak  kecil keluarga kita beragama A jadi kita mengikuti apa yang orangtua kita yakinin mengikutinya, adapula yang mengikuti suami atau istri mereka.. Sering kita jumpai juga orang yang sebelumnya beragama A berpindah ke agama B dengan berbagai alasan,  itu menjadi bukti tambahan bahwa pengalaman yang membawa mereka memilih hal tersebut.

yang jadi pertanyaan, kenapa akhir-akhir ini masih saja terjadi kasus-kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama, padahal saat ditelah kembali dalam diri pribadi kita mungkin akan ditemukan motif-motif apa yang membuat kita memeluk salah satu agama.  Motifnya itu pun tidak ada yang sama antara seorang dan yang lain walaupun mereka memeluk agama yang sama. Sudah saatnya kita refleksi diri, melihat kembali kedalam diri kita sendiri seberapa jauh pengalaman hidup dan probelmatika kehidupan yang membuat kita meyakinin bahwa Tuhan itu berada dalam agama A, B, C, D, E atau F .  Janganlah kita mau terpancing oleh provokasi yang dilakukan untuk memecah NKRI yang penuh dengan perbedaan ini, padahal sebenarnya Perbedaan adalah suatu Keindahan seperti kita analogikan lagu dengan satu jenis nada tidak akan lebih indah dari lagu yang terdiri dari lebih dari satunada.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar