Bahaya kentut di dapur

Posted by ALFIAN REIKA M On Rabu, 03 Oktober 2012 0 komentar





Bahaya kentut di dapur
Bahaya kentut di dapur

Bahaya kentut di dapur


Kentut di dapur bisa saja akan terjadi kebakaran
Penelitian mengenai gas yang dihasilkan manusia adalah karya Edwin L. Murphy dan Doris H. Calloway, nutrionist. Penelitian ini menganalisis napas (sendawa) dan gas dubur (kentut) orang. Mereka mempelajari apa efek yang bisa menjadi potensi dikeluarkan nya hidrogen dan gas metana.

Gas ini terutama berisi: nitrogen, oksigen, metan (diproduksi bakteri atau kuman dan mudah terbakar), karbondioksida, hidrogen dan lain-lain. Gas yang keluar dapat berbau menyengat akibat kandungan gas bergugus indol atau hidrosulfida (S-H) yang tercampur. Indera penciuman manusia cukup reaktif terhadap senyawa-senyawa yang mengandung gugus ini. Bisa saja kentut terbakar, karena kentut mengandung metana dan hidrogen yang bersifat mudah terbakar. Kalau terbakar, nyala apinya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. Tetapi gas kentut tidak akan terbakar dalam kondisi normal karena konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.
Fermentasi bakteri dari proses pencernaan memproduksi panas, hasilnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat dan jenuh dengan produk metabolisme bakteri yang berbau busuk. Kemudian gas ini menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya. Maka dari itu kentut yang busuk itu biasanya bersuhu hangat dan tidak bersuara.

jadi jangan pernah menganggap remeh soal kentut, kentuk juga bisa memicu terjadinya kebakaran,apa lagi yang sedang beraktivitas di dapur,kalau mau amannya di rumah anda buat ruang khusus untuk membuang angin heheheh,




Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar